Langsung ke konten utama

Himapresya Adakan Osjur Ekonomi Syariah Untuk Maba 2020

Dok: Hafid

Himpunan Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah (HIMAPRESYA) Universitas Nurul Jadid, adakan acara Orientasi Jurusan (Osjur), Kamis (29/10/2020). Kegiatan ini dilaksanakan secara Daring menggunakan aplikasi Google Meet, karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan secara luring.

Pelaksaan osjur ini dihadiri oleh segenap kepengurusan Himapresya, Ketua Program Studi (Kaprodi) Ekonomi Syariah (ES) dan Mahasiswa Baru (maba) ES yang diikuti 54 orang. Antusias para Maba angkatan 2020 pada kegiatan ini sangatlah besar.

Dalam sambutannya, Kaprodi ES, M. Saiful Su’ib, M. E, memberikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru Ekonomi Syariah di Universitas Nurul Jadid. Dilaksanakannya kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Prodi Ekonomi Syariah kepada Mahasiswa Baru tahun 2020.

“Ekonomi Syariah memiliki visi unggul, berkeadaban, memiliki basis keilmuan ekonomi syariah yang berlandaskan nilai – nilai trilogy dan panca kesadaran santri,tutur kaprodi.

Selama acara berlangsung, panitia acara juga menyediakan sesi tanya jawab mengenai Program Studi Ekonomi Syariah. Melihat banyaknya dari mahasiswa baru dalam bertanya membuat panitia harus memlih beberapa pertanyaan yang jawabannya dirasa mewakili dari pertanyaan lainnya.

“Mahasiswa dapat bertitik tolak terhadap trilogi dan panca kesadaran santri. Kedua pilar santri pesantren nurul jadid inilah salah satu modal bagaimana kita dalam mengarungi kehidupan, kemampuan intelektual, sepiritual, emosional juga berlandasan pada hal ini. Mahasiswa juga diharapkan mampu memahamami trilogi dan panca kesadaran santri yang nantinya dikaitkan dengan ilmu ekonomi syariah,” harap Pak Suib sapaan akrab kaprodi es.

 

 

Oleh: Habibatur Rizkiyah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal 3 Posisi Penulis dalam Menulis

Apa kabar guys? Semoga kabarnya menyenangkan yahhh! Bagaimana nih apakah masih bersemangat untuk tetap menulis? Kalau masih, mari kita belajar bersama dan terus meningkatkan kreativitas menulisnya. Postingan sebelumnya, saya sudah kasih beberapa tips yang perlu diperhatikan oleh para penulis pemula. Nah , sekarang saya sudah siapkan bagaimana seorang penulis itu memposisikan dirinya dalam karya tulisnya sendiri. Seperti yang sudah saya katakan pada postingan sebelumnya, bahwa seorang penulis pemula sering mengeluhkan tidak tahu cara memulai dan merangkai kata atau macet dalam menuangkan idenya ke dalam tulisannya. Hal ini memang sering terjadi dan salah memposisikan dirinya dikala menulis. Saya sudah sediakan bagaimana sih cara seorang penulis itu memposisikan dirinya. Dibawah ini sudah ada 3 point penting mengenai posisi penulis. Yuk baca lebih lanjut untuk mengetahuinya. Pertama, Penulis memposisikan dirinya sebagai penulis. Yah tentulah kalau tidak sebagai penulis lalu s

Himaprodi Kpi Unuja; Konsep Baru Musyawarah Besar 2021

  PROBOLINGGO – Corona Virus Disiase 2019 (Covid-19) membuat banyak lini kehidupan kemasyarakatan harus patuh terhadap protokol kesehatan yang diterapkan oleh pihak Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. Masyarakat diharuskan mematuhi untuk tidak berkerumun, tidak melakukan kontak langsung, memakai masker, mencuci tangan, dan beberapa anjuran lainnya untuk mencegah rantai penyebaran Covid-19. Sudah hampir satu tahun sejak kasus pertama diumumkan pertama pada awal maret 2020, Covid-19 di Indonesia masih tidak mengalami perkembangan baik yang cukup berarti. Salah satu dampaknya menyasar pada banyak organisasi untuk mampu survive dengan menyesuaikan diri terhadap protokol kesehatan. Program kerja organisasi yang seharusnya sudah terselesaikan harus tertunda bahkan gagal terlaksana. Himpunan Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Nurul Jadid (HIMAPRODI KPI) adalah salah satu dari sekian banyak organisasi yang sudah berbulan-bulan tidak menemukan kejelasan dalam arah gera

Pembukaan Osabar 2021, KH Zuhri Zaini Jelaskan Pesantren dan Santri Zaman Nabi

  Kegiatan rutin tahunan Orientasi Santri Baru (OSABAR) Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid kembali digelar. Osabar yang akan dilaksanakan selama 5 hari, 11 – 15 Juli 2021, digelar di Aula 2 bagi santri putra dan Aula 1 bagi santri putri. Pengasuh PP Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, menyampaikan selamat datang kepada para santri baru baik yang sudah maupun belum pernah mondok. “Mudah-mudahan anda-anda sekalian selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT sehingga bisa kerasan di pondok ini dan bisa melaksanakan kegiatan dengan baik, serta diberi kesehatan dan hidayah dari Allah,” harapnya. Selain itu, Kiai Zuhri menuturkan bahwa pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang berbasis keislaman. “Khusus di Indonesia tentu berbasis masyarakat dan kebangsaan,” jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Zuhri juga menjelaskan bahwa cikal bakal pondok pesantren sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Nabi tidak hanya diutus sebagai rasul namun juga menjadi muallim (red, pengajar).