Langsung ke konten utama

Menumbuhkan Jiwa Enterpreneurship Mahasiswa dalam Berwirausaha


Kewirausahaan adalah kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, berbeda dari yang lain atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya. Peter F Drucker

Kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan atau usaha. Zimmer


Berwirausaha sukses tentunya sudah menjadi idaman para orang yang ingin memulai berwirausaha. Maka dari itu sangat perlu diketahui bersama bagaimana cara menumbuhkan jiwa enterpreneurship dalam berwirausaha. Karena hal ini sangat berpengaruh pada nantinya setiap orang yang menjalankannya.

Sebelum beranjak pada hal tersebut, adakalanya kita harus merubah pola pikir atau motivasi para orang tua, dosen atau mahasiswa dalam mencari pekerjaan ke menciptakan sebuah lapangan pekerjaan. Tentunya perubahan ini sangat memberikan dampak yang cukup signifikan baik kepada yang melakukannya maupun kepada sasaran yang dituju untuk diberi lapangan pekerjaan. Seperti halnya dapat mengurangi pengangguran atau orang yang tidak mempunyai pekerjaan.

Dalam hal ini penulis akan mencoba memaparkan mengenai menumbuhkan jiwa enterpreneurship lewat pemahaman Cash Flow Quadrant. Jadi Cashflow Quadrant ini adalah sebuah diagram yang menggambarkan cara seseorang untuk memperoleh penghasilannya. Quadran ini dibagi menjadi dua quadran yaitu kiri dan kanan. quadran kiri masih dibagi menjadi dua bagian yaitu E dan S sementara quadran kanan terbagi menjadi B dan I. Tentunya hal ini membuat kalian kebingungan mengenai apa sebenarya maksud dari quadran quadran tersebut.
 
Dok Google
Nah untuk mengatasi kebingungan kalian, penulis akan membahas mulai dari quadran kiri yang memiliki dua bagian E dan S. E disini sebagai Employee yang artinya adalah pekerja, karyawan, pegawai, buruh dan sebagainya. Artinya adalah kalian memiliki pekerjaan dimana kalian rela menukarkan waktu dan juga tenaga untuk akhirnya diganti dengan uang dalam nilai tertentu dan dalam jangka waktu tertentu pula.

Hal ini dilakukan untuk bertahan hidup sekaligus meningkatkan taraf hidup seseorang agar lebih terjamin. Oleh karena itu Employee mencari pekerjaan yang benar-benar terjamin dan juga aman. Dimaksud dengan terjamin adalah pekerjaan yang memiliki bayaran tinggi serta berbagai macam tunjangan lainnya seperti tunjangan sejahtera, tunjangan hari raya, tunjangan hari tua dan sebagainya. Itu artinya kalian terikat kontrak atau suatu hubungan dengan pihak tertentu yang disebut dengan perusahaan. Gaji nantinya akan disetorkan setiap bulannya langsung menuju rekening bank pekerja tanpa perlu ditagih karena hal itu sudah merupakan kewajiban dari pihak perusahaan untuk membayarkan gaji setelah mendapatkan waktu serta tenaga yang kalian miliki.

Berikutnya adalah S yang artinya Self Employee. Bagian ini kalian miliki pekerjaan kalian sendiri atau disebut sebagai superman dalam pekerjaan yang kalian lakukan. Jika kalian mengalami sesuatu seperti sakit, maka otomatis aliran dana pun juga akan terhenti. Dalam hal ini tidak ada yang bisa menggantikan pekerjaan kalian atau memang tidak ada yang pantas untuk menggantikan tugasnya.

Bayaran yang kalian dapatkan itulah yang menjadi pekerjaan. Namun perlu diketahui jika S bukanlah pemilik bisnis karena kalian masih hanya berstatus sebagai seorang pekerja pada pekerjaan yang kalian lakukan sendiri.

Nah itulah sekilas pembahasan dari quadran kiri, sekarang kita beranjak ke ke quadran kanan yang berisi B dan I. B adalah business owner yang artinya adalah pemilik bisnis. Disini kalian bertindak sebagai boss atau pemimpin dan bisa juga atasan. Kalian memiliki sebuah sistem dalam kegiatan bisnis yang dijalankan dan merekrut orang-orang terpilih untuk bekerja di bawah naungan kalian.

Kalian juga mencari orang yang tepat untuk mengisi posisi tertentu dari sistem milik kalian sendiri. Orang yang bekerja pun tidak boleh sembarangan dan harus sesuai dengan bidang yang artinya latar belakang pendidikan dari orang tersebut harus sesuai dengan posisi yang diminta.

Terakhir adalah I-Investor yang memiliki posisi tertinggi dalam sebuah Quadran karena menjadi seorang investor berarti memiliki modal yang sangat besar atau bahasa mudahnya orang kaya. Yah pastinya kalian sudah pada tahu mengenai Investor atau bagaimana enaknya menjadi Investor.

Nah pada investor ini, bukan lagi kalian yang harus turun tangan bekerja mencari uang ataupun menyuruh seseorang atau anak buah kalian bekerja tetapi yang bekerja sudah uang kalian sendiri. Enak toh, uang yang kita miliki sudah bekerja sendiri tanpa kita harus turun tangan bekerja dalam sudah payah.

Satu-satunya hal yang harus dicari adalah sistem yang kuat dan cukup lulus uji sebagai penghasil keuntungan bagi kalian. Kalian semua hanya perlu menanamkan modal dan biasanya investor yang ahli dan berpengalaman hanya menggunakan sebagian kecil dana yang dimiliki untuk investasi dan tidak semuanya kepada bisnis yang dianggap menguntungkan sekaligus sedang berkembang.

Itulah quadran-quadran yang bisa ditempuh oleh kalian dalam bekerja. Jadi, tinggal bagaimana kalian memilih untuk menempati posisi yang mana. Pilihlah yang terbaik entah pada tahapan investor atau memilih jalan dari bawah. Jangan pernah takut gagal dan rugi dalam berwirausaha. Selamat mencoba!!!

-------------------------
Sumber: Seminar oleh UKM Kewirausahaan Universitas Nurul Jadid

Komentar

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar asalkan tidak meyinggung SARA dan tetap menjaga toleransi demi keharmonisan bersama

Postingan populer dari blog ini

Strategi komunikasi dalam membangun jaringan (berpikir strategis dan bertindak taktis)

  Perjalanan panjang dalam dunia kampus, banyak orang yang mengikrarkan dirinya sebagai mahasiswa, tentu tidak akan lepas dengan berbagai persoalan, baik internal maupun eksternal. Faktor internal bisa dikategorikan dengan kurang keberanian pada diri sendiri, keluarga yang kurang mendukung, dan lingkungan yang kurang bersahabat. Sedangkan eksternal bisa terjadi pada semua   persoalan yang ada dalam dunia akademik, seperti kurang respect terhadap orang baru, sulit mencerna dunia luar, dan lain sebagainya. Persoalan yang sedemikian banyak, sudah tidak bisa dihitung dengan jari, ternyata cukup mampu ditepis dengan keaktifan di organisasi. Kehadiran organisasi sebagai salah satu pilihan bagi mahasiswa untuk mengembangkan dirinya, sudah tidak perlu diragukan. Mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, mucul banyak organisasi dengan latar belakang kemunculan dan tujuannya, diperkenalkan kepada kita sebagai elemen dari instansi pendidikan tersebut. Di era sekarang, yang penu

Catatan untuk seorang perempuan yang berani berdiri diatas kakinya sendiri

Kartini, sosok perempuan hebat masa lalu Nama dan perjuangannya adalah sesuatu yang baru Perempuan cerdas dalam pusaran orang-orang yang tidak tahu Bergema, menentang budaya dan aturan yang kaku   Jiwanya memberontak terhadap sejarah yang mulai membeku Berdiri dan berlari, melawan arus untuk lebih maju Semuanya merupakan warisan besar untuk perempuan abad 21 Untuk itu, sebuah refleksi, apakah kita mampu untuk meniru   Perempuan abad 21, harus banyak memberi kontribusi Di kala semua orang terpaku pada ajaran yang sudah basi Perempuan layaknya kartini yang selalu menginspirasi Cahaya terang untuk semua kalangan lintas generasi Ia yang tidak mudah untuk didominasi oleh para laki-laki   Karya, adalah modal utama perempuan masa kini Cerdas dan visioner adalah sebuah visi Akhlakul karimah sebagai penunjang untuk lebih mumpuni Menuju perempuan berdaya dan mandiri yang punya harga diri Layaknya seorang ibu bernama kartini   Wahai para kartini baru, j

Pembukaan Osabar 2021, KH Zuhri Zaini Jelaskan Pesantren dan Santri Zaman Nabi

  Kegiatan rutin tahunan Orientasi Santri Baru (OSABAR) Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid kembali digelar. Osabar yang akan dilaksanakan selama 5 hari, 11 – 15 Juli 2021, digelar di Aula 2 bagi santri putra dan Aula 1 bagi santri putri. Pengasuh PP Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, menyampaikan selamat datang kepada para santri baru baik yang sudah maupun belum pernah mondok. “Mudah-mudahan anda-anda sekalian selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT sehingga bisa kerasan di pondok ini dan bisa melaksanakan kegiatan dengan baik, serta diberi kesehatan dan hidayah dari Allah,” harapnya. Selain itu, Kiai Zuhri menuturkan bahwa pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang berbasis keislaman. “Khusus di Indonesia tentu berbasis masyarakat dan kebangsaan,” jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Zuhri juga menjelaskan bahwa cikal bakal pondok pesantren sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Nabi tidak hanya diutus sebagai rasul namun juga menjadi muallim (red, pengajar).