Langsung ke konten utama

Pantai Sembilan, sebuah keajaiban untuk Giligenting


Berbicara Madura memang tidak ada bosannya ya. Yaa memang begitulah Madura. Dibalik keterkenalan sangarnya, madura mampu membuat orang-orang tersenyum telah kenal dengannya. Soal Madura, tidak hanya dikenal dengan caroknya, tapi madura menyimpan destinasi wisata yang sangat menarik perhatian wisatawan.

Penulis akan berbagi mengenai salah satu destinasi wisata yang berada di Kabupaten Sumenep, kabupaten paling timur di Madura. Saya pernah menyampaikan bahwa, Sumenep sudah tidak diragukan lagi mengenai tempat wisatanya yang memukau. Maka dari itu, tidak heran jika Sumenep mendapat julukan “The Soul of Madura”

Postingan sebelumnya, saya membahas mengenai wisata yang berada di ujung timur Kecamatan Giligenting Sumenep, yaitu Pantai Kahuripan. Untuk sekarang ini, saya mencoba bergeser ke arah utara dari Kahuripan. Tepatnya di  Desa Bringsang Kecamatan Giligenting, ada salah satu wisata yang tidak kalah memukaunya lho. Namanya Pantai Sembilan.

Dok Google
Pantai Sembilan? Iyaa, pantai sembilan. Kalian tidak salah baca kok dan saya tidak salah ketik. Lalu, kenapa dinamakan pantai sembilan? Apakah pantainya yang berjumlah sembilan, atau gimana sih? Jadi gini kawan, pantai sembilan itu yaa memang karena kehendak masyarakat mau dinamakan pantai sembilan. Heheh bercanda.

Sebenarnya, asal usul penamaan pantai sembilan, berawal dari pengambilan foto dari udara. Nah, hasil dari pengambilan dari udara (memakai drone) tersebut, tampak penampakan tepi pantai yang sangat menarik. Anehnya, setelah dilakukan pengambilan foto, tepi pantai berbentuk angka “9”.

Jadi begitu kawan. Dari situlah pantai sembilan lebih populer dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Pantai Sembilan juga menyuguhkan hamparan pasirnya yang putih dan deburan ombak yang sangat khas menyentuh hati para pengunjungnya. Pantainya yang biru nan jernih sering kali menarik para pengunjungnya untuk berenang atau sekedar bermain air.

Keberadaan Pantai sembilan disambut baik oleh masyarakat Giligenting, khususnya masyarakat Desa Bringsang. Karena memang bagaikan sebuah keajaiban bagi Giligenting. Dimana angka sembilan ini menyerupai dengan bintang yang ada pada logo Nahdlatul Ulama’ dan jumlah Walisongo. Maka dengan kehadiran pantai sembilan, diharapkan menjadi wasilah dalam membawa berkah bagi masyarakat Giligenting.
Dok Istimewa
Untuk sampai ke Pantai Sembilan cukuplah mudah. Datanglah ke Pelabuhan  yang berada di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Sumenep. Dengan itu, kalian akan diarahkan untuk menaiki perahu dengan tarif 10.000 dan lamanya sekitar 25 menit. Setelah sampai di Pelabuhan Desa Bringsang  Kecamatan Giligenting. Kalian akan berhadap-hadapan dengan Pantai Sembilan. Karena, letak pantai sembilan bertetangga dekat dengan pelabuhan bringsang. Sangat mudah dan murah kan? Yukkk segera datang ke Pantai Sembilan guys.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal 3 Posisi Penulis dalam Menulis

Apa kabar guys? Semoga kabarnya menyenangkan yahhh! Bagaimana nih apakah masih bersemangat untuk tetap menulis? Kalau masih, mari kita belajar bersama dan terus meningkatkan kreativitas menulisnya. Postingan sebelumnya, saya sudah kasih beberapa tips yang perlu diperhatikan oleh para penulis pemula. Nah , sekarang saya sudah siapkan bagaimana seorang penulis itu memposisikan dirinya dalam karya tulisnya sendiri. Seperti yang sudah saya katakan pada postingan sebelumnya, bahwa seorang penulis pemula sering mengeluhkan tidak tahu cara memulai dan merangkai kata atau macet dalam menuangkan idenya ke dalam tulisannya. Hal ini memang sering terjadi dan salah memposisikan dirinya dikala menulis. Saya sudah sediakan bagaimana sih cara seorang penulis itu memposisikan dirinya. Dibawah ini sudah ada 3 point penting mengenai posisi penulis. Yuk baca lebih lanjut untuk mengetahuinya. Pertama, Penulis memposisikan dirinya sebagai penulis. Yah tentulah kalau tidak sebagai penulis lalu s

Himaprodi Kpi Unuja; Konsep Baru Musyawarah Besar 2021

  PROBOLINGGO – Corona Virus Disiase 2019 (Covid-19) membuat banyak lini kehidupan kemasyarakatan harus patuh terhadap protokol kesehatan yang diterapkan oleh pihak Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. Masyarakat diharuskan mematuhi untuk tidak berkerumun, tidak melakukan kontak langsung, memakai masker, mencuci tangan, dan beberapa anjuran lainnya untuk mencegah rantai penyebaran Covid-19. Sudah hampir satu tahun sejak kasus pertama diumumkan pertama pada awal maret 2020, Covid-19 di Indonesia masih tidak mengalami perkembangan baik yang cukup berarti. Salah satu dampaknya menyasar pada banyak organisasi untuk mampu survive dengan menyesuaikan diri terhadap protokol kesehatan. Program kerja organisasi yang seharusnya sudah terselesaikan harus tertunda bahkan gagal terlaksana. Himpunan Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Nurul Jadid (HIMAPRODI KPI) adalah salah satu dari sekian banyak organisasi yang sudah berbulan-bulan tidak menemukan kejelasan dalam arah gera

Pembukaan Osabar 2021, KH Zuhri Zaini Jelaskan Pesantren dan Santri Zaman Nabi

  Kegiatan rutin tahunan Orientasi Santri Baru (OSABAR) Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid kembali digelar. Osabar yang akan dilaksanakan selama 5 hari, 11 – 15 Juli 2021, digelar di Aula 2 bagi santri putra dan Aula 1 bagi santri putri. Pengasuh PP Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, menyampaikan selamat datang kepada para santri baru baik yang sudah maupun belum pernah mondok. “Mudah-mudahan anda-anda sekalian selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT sehingga bisa kerasan di pondok ini dan bisa melaksanakan kegiatan dengan baik, serta diberi kesehatan dan hidayah dari Allah,” harapnya. Selain itu, Kiai Zuhri menuturkan bahwa pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang berbasis keislaman. “Khusus di Indonesia tentu berbasis masyarakat dan kebangsaan,” jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Zuhri juga menjelaskan bahwa cikal bakal pondok pesantren sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Nabi tidak hanya diutus sebagai rasul namun juga menjadi muallim (red, pengajar).