Langsung ke konten utama

Pantai Kahuripan, Wisata di Ujung Timur Pulau Giligenting Sumenep Madura


Selamat pagi para pembaca yang budiman. Apa kabar, berjumpa lagi dengan saya. Awal tahun 2019 ini, kalian sudah keliling ke tempat mana saja sih? Sama siapa sihh? Moment tahun baru biasanya kan memang kayak sakral gitu, jadi sangat rugi kalau melewatinya hanya dengan berdiam diri. Ya paling tidak refreshing gitu ke tempat wisata.

Madura. kenal Madura kan? Pulau yang terdiri dari deretan empat kabupaten, salah satunya Kabupaten Sumenep di ujung timur pulau Madura. Saat ini, sumenep tidak diragukan lagi mengenai objek wisata yang sangat memukau lho. Tidak usah khawatir jika kalian pergi ke Sumenep, kalau hanya ingin menikmati panorama wisata yang menarik hati. 

Tempat kelahiran penyair dan budayawan terkenal, D Zawawi Imron, telah banyak menarik para wisatawan untuk berkunjung dan ngetrip disana. Baik itu wisatawan nasional maupun mancanegara. Salah satu dari ribuan wisata yang berada di Kabupaten Sumenep adalah Pantai Kahuripan.
Dok Istimewa

Kahuripan ini bukan nama kerajaan pada masa Raja Airlangga itu ya. Kahuripan merupakan sebuah pantai yang berada di ujung timur Desa Gedugan Kecamatan Giligenting Sumenep. Pantai Kahuripan ini jauh lebih alami dengan pesona yang sangat mampu menyihir mata para pengunjungnya. Siapapun yang berkunjung ketempat ini akan disuguhi dengan bebatuan yang unik di bibir pantai, hamparan pasir yang putih dan kesejukan alamnya serta terdapat kuburan zaman penjajahan Belanda.

Dok Google


Suguhan-suguhan tersebut akan selalu menarik untuk kalian yang mau kesana, apalagi jika kalian pecinta fotografi. Maka sangat tidak sempurna jika tidak mengabadikan dalam kamera, dengan itu kalian dapat berfoto selfie, dan melepas kepenatan dari aktivitas sehari-hari.

Sesuai dengan letaknya di ujung timur Kecamatan Giligenting, di Pantai Kahuripan dihadapkan dengan tempat terbitnya matahari. Hal ini sangat menarik perhatian para penikmat sunrise, sehingga akan sangat bermakna jika sunrise itu didapatkan di Pantai Kahuripan. Menyapa pagi dengan senyuman dan menyukuri hidup bersama.
Dok Google

Sebuah wisata pantai, tetapi yang tidak pernah terbesit dalam benak kita bahwa di Kahuripan ini juga ada objek yang sangat memukau juga lho. Orang-orang menyebutnya dengan pohon korea. Ehhhh, kenapa bisa gitu sih? Ternyata disepanjang jalan menuju ke pantai kahuripan, ada jalan yang ditumbuhi dengan pepohonan yang berjejer disepanjang jalan. Maka, tidak heran jika orang-orang menyebutnya mirip dengan Pulau Nami yang ada di Korea Selatan.

Dok Google

Bagi kalian yang ingin sampai ke Pantai Kahuripan, bisa mendatangi pelabuhan yang berada di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi. Setelah itu naik perahu dengan tarif 10.000 yang akan ditempuh dengan durasi 25 menit. Setelah sampai di pelabuhan Bringsang Kecamatan Giligenting, kalian akan dengan mudahnya untuk sampai ke Pantai Kahuripan. Disana sudah ada plakat penunjuk jalan dan orang yang memang siap untuk memberi petunjuk untuk sampai pada lokasi. Mudah bukan?

Yukkk, tidak usah banyak berfikir. Segeralah tentukan waktu yang pas untuk berkunjung kesana. Biar tidak penasaran dengan keindahan alamnya yang memukau. Ojok lali, bawa kamera untuk membidik setiap suguhan yang diberikan atau ditemui di Pantai Kahuripan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal 3 Posisi Penulis dalam Menulis

Apa kabar guys? Semoga kabarnya menyenangkan yahhh! Bagaimana nih apakah masih bersemangat untuk tetap menulis? Kalau masih, mari kita belajar bersama dan terus meningkatkan kreativitas menulisnya. Postingan sebelumnya, saya sudah kasih beberapa tips yang perlu diperhatikan oleh para penulis pemula. Nah , sekarang saya sudah siapkan bagaimana seorang penulis itu memposisikan dirinya dalam karya tulisnya sendiri. Seperti yang sudah saya katakan pada postingan sebelumnya, bahwa seorang penulis pemula sering mengeluhkan tidak tahu cara memulai dan merangkai kata atau macet dalam menuangkan idenya ke dalam tulisannya. Hal ini memang sering terjadi dan salah memposisikan dirinya dikala menulis. Saya sudah sediakan bagaimana sih cara seorang penulis itu memposisikan dirinya. Dibawah ini sudah ada 3 point penting mengenai posisi penulis. Yuk baca lebih lanjut untuk mengetahuinya. Pertama, Penulis memposisikan dirinya sebagai penulis. Yah tentulah kalau tidak sebagai penulis lalu s

Himaprodi Kpi Unuja; Konsep Baru Musyawarah Besar 2021

  PROBOLINGGO – Corona Virus Disiase 2019 (Covid-19) membuat banyak lini kehidupan kemasyarakatan harus patuh terhadap protokol kesehatan yang diterapkan oleh pihak Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. Masyarakat diharuskan mematuhi untuk tidak berkerumun, tidak melakukan kontak langsung, memakai masker, mencuci tangan, dan beberapa anjuran lainnya untuk mencegah rantai penyebaran Covid-19. Sudah hampir satu tahun sejak kasus pertama diumumkan pertama pada awal maret 2020, Covid-19 di Indonesia masih tidak mengalami perkembangan baik yang cukup berarti. Salah satu dampaknya menyasar pada banyak organisasi untuk mampu survive dengan menyesuaikan diri terhadap protokol kesehatan. Program kerja organisasi yang seharusnya sudah terselesaikan harus tertunda bahkan gagal terlaksana. Himpunan Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Nurul Jadid (HIMAPRODI KPI) adalah salah satu dari sekian banyak organisasi yang sudah berbulan-bulan tidak menemukan kejelasan dalam arah gera

Pembukaan Osabar 2021, KH Zuhri Zaini Jelaskan Pesantren dan Santri Zaman Nabi

  Kegiatan rutin tahunan Orientasi Santri Baru (OSABAR) Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid kembali digelar. Osabar yang akan dilaksanakan selama 5 hari, 11 – 15 Juli 2021, digelar di Aula 2 bagi santri putra dan Aula 1 bagi santri putri. Pengasuh PP Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, menyampaikan selamat datang kepada para santri baru baik yang sudah maupun belum pernah mondok. “Mudah-mudahan anda-anda sekalian selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT sehingga bisa kerasan di pondok ini dan bisa melaksanakan kegiatan dengan baik, serta diberi kesehatan dan hidayah dari Allah,” harapnya. Selain itu, Kiai Zuhri menuturkan bahwa pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang berbasis keislaman. “Khusus di Indonesia tentu berbasis masyarakat dan kebangsaan,” jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Zuhri juga menjelaskan bahwa cikal bakal pondok pesantren sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Nabi tidak hanya diutus sebagai rasul namun juga menjadi muallim (red, pengajar).