Langsung ke konten utama

Tsunami Menyapa Banten


 
Dok Google

Tiada hari tanpa informasi. Begitulah kira-kira kalimat yang cocok untuk media sosial. Setiap hari bahkan setiap detik selalu mengupdate berita atau informasi terbaru. Dalam hal apapun yang bisa diliput dan menarik serta bermanfaat selalu disuguhkan pada media sosial. Maka tak jarang jika setiap harinya, banyak orang yang mendapat berbagai informasi dengan cukup membuka gadget.

Hal ini tidak dapat dipungkiri bagi siapa saja yang hidup pada hari ini. Pegangan pada hari-harinya selalu di warnai dengan gadget yang berada di sakunya. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika penulis jika mengalami hal yang sama yaitu tidak bisa lepas dari gadget. Hari-harinya banyak digunakan untuk mengakses media sosial, seperti facebook, instagram, twitter, whatsapp atau yang lainnya. Mencari berbagai suguhan yang sekiranya membawa informasi dan menarik.

Kebetulan pada minggu (23/12) saya sedang mengakses berita-berita yang disebar di facebook. Tidak sengaja saya melihat postingan yang memposting adanya bencana yang menimpa suatu kawasan di Banten. Postingan ini memberi informasi bahwa adanya Banjir yang datang secara tiba-tiba ketika ada acara konser  Seventeen Band sedang mengisi acara yang digelar PLN di Tanjung Lesung Beach Resort.

Bencana banjir di Banten ini mengajibatkan korban seperti yang diinformasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai pukul 13.00 Wib, ada 168 orang meninggal dunia, 745 orang terluka, dan 30 orang hilang tanpa jejak. Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan 558 rumah, 9 hotel rusak berat, 350 kapal, dan warung.

Bencana yang akan terjadi memang tidak ada yang bisa mengira kapan akan datang. Mungkin manusia hanya bisa mengira tapi belum tentu benar. Maka dari itu persiapkan diri dengan baik dan lakukan yang terbaik agar tidak mengundang adanya bencana alam yang akan terjadi.
Banjir yang terjadi pada Sabtu (22/12) pukul 21.27 ini sudah banyak membuat kerusakan. Datangnya banjir ini, BMKG menyampaikan secara resmi bahwa tsunami telah terjadi dan menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda, diantaranya di Pantai Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan.

Pihak berwenang mengatakan bahwa tsunami bukan dipicu oleh gempa bumi karena tidak terdeteksi adanya aktivitas tektonik. Kemungkinan, tsunami terjadi akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi gunung anak krakatau.

Dalam beberapa rekaman, tampak air menerjang dengan kencang dan menyapu apa yang dilaluinya. tak hanya puing-puing bangunan, benda-benda, ada pula jenazah korban yang turut disapu oleh arus yang sangat deras.

Seventeen Band yang memeriahkan acara yang diadakan PLN juga ikut diluluhlantakkan. Setelah memasuki lagu kedua, ombak besar tiba-tiba datang dari belakang panggung dan merobohkan panggung beserta isinya. Sehingga para penonton dan semua yang hadir dengan segera berusaha menyelamatkan diri.

Vokalis Seventeen Ifan mengungkapkan bahwa dirinya terlempar jauh sehingga terapung-apung dilaut sekitar kurang lebih 2 jam. Ketika ifan sudah sampai di pinggir pantai, ia berusaha mencari keluarga dan temannya.

Ifan mengaku bahwa evakuasi berjalan lambat sehingga banyak korban yang tidak tertolong dan masih banyak yang berada di pinggir pantai. Ia juga menemukan dua orang temannya, Mas Oki dan Mas Bani yang mash dalam keadaan terjepit dan masih dalam tahap penolongan oleh warga.

Tsunami yang telah mengguncang Banten ini tidak banyak diketahui kedatangannya. Hanya langsung datang dan menghancurkan panggung serta banyak penonton yang diombang-ambingkan oleh derasnya air sehingga terbentur ke berbagai apa yang dilaluinya seperti besi panggung dan pepohonan.

Dari berbagai bencana yang sering mengguncang Indonesia harus bisa di jadikan sebagai intropeksi diri bagi kita semua. Kita harus sadar bahwa sebagai makhluk tidak boleh bertindak sembarangan. Keberpijakan kita di dunia ini masih berada dalam pengawasan tuhan sang maha pencipta. Maka dari itu, jangan sampai mengundang hasrat yang dapat mendatangkan bencana.

Kita memang tidak dapat memvonis bahwa bencana adalah teguran dari Allah. Karena kita ketahui bahwa Indonesia adalah ladang gempa bumi. Hal ini dikarenakan letak indonesia yang berada di wilayah cincin api pasifik, Sabuk Alpide yang melewati Indonesia juga menyumbang potensi gempa, dans posisi Indonesia juga berada tepat di tengah tumbukan lempeng tiga benua, yaitu Pasifik di arah timur, Indo-Australia di arah selatan dan Eurasia di utara. Dilain sisi, kita juga tidak boleh menganggap remeh atau acuh tidak acuh. Karena bisa saja hal ini menjadi teguran Allah sebagai pengingat agar makhluk lebih memperbaiki diri, hubungannya dengan Tuhan dan Manusia dapat terjaga lebih baik lagi.


Dari sini kita belajar bahwa bencana tetap di luar kemampuan manusia, karena tuhan langsung yang mengendalikannya. Manusia tidak punya pilihan apapun upaya yang dilakukan kecuali hanya tunduk dan patuh kapada sang maha pencipta dengan sepenuh hati dan semaksimal kemampuan. Ingat bahwa Tuhan mempunyai tujuan dan aturan. Kita sebagai makhluk harus tahu diri, dan jangan pernah menganggap dirinya sama dengan tuhan.


Semoga semua korban dapat diselamatkan dan yang meninggal mendapatkan tempat yang terbaik di sisinya. Al-fatihah .....

*****
* Sumber Rujukan:
2. style.tribunnews.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal 3 Posisi Penulis dalam Menulis

Apa kabar guys? Semoga kabarnya menyenangkan yahhh! Bagaimana nih apakah masih bersemangat untuk tetap menulis? Kalau masih, mari kita belajar bersama dan terus meningkatkan kreativitas menulisnya. Postingan sebelumnya, saya sudah kasih beberapa tips yang perlu diperhatikan oleh para penulis pemula. Nah , sekarang saya sudah siapkan bagaimana seorang penulis itu memposisikan dirinya dalam karya tulisnya sendiri. Seperti yang sudah saya katakan pada postingan sebelumnya, bahwa seorang penulis pemula sering mengeluhkan tidak tahu cara memulai dan merangkai kata atau macet dalam menuangkan idenya ke dalam tulisannya. Hal ini memang sering terjadi dan salah memposisikan dirinya dikala menulis. Saya sudah sediakan bagaimana sih cara seorang penulis itu memposisikan dirinya. Dibawah ini sudah ada 3 point penting mengenai posisi penulis. Yuk baca lebih lanjut untuk mengetahuinya. Pertama, Penulis memposisikan dirinya sebagai penulis. Yah tentulah kalau tidak sebagai penulis lalu s

Himaprodi Kpi Unuja; Konsep Baru Musyawarah Besar 2021

  PROBOLINGGO – Corona Virus Disiase 2019 (Covid-19) membuat banyak lini kehidupan kemasyarakatan harus patuh terhadap protokol kesehatan yang diterapkan oleh pihak Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. Masyarakat diharuskan mematuhi untuk tidak berkerumun, tidak melakukan kontak langsung, memakai masker, mencuci tangan, dan beberapa anjuran lainnya untuk mencegah rantai penyebaran Covid-19. Sudah hampir satu tahun sejak kasus pertama diumumkan pertama pada awal maret 2020, Covid-19 di Indonesia masih tidak mengalami perkembangan baik yang cukup berarti. Salah satu dampaknya menyasar pada banyak organisasi untuk mampu survive dengan menyesuaikan diri terhadap protokol kesehatan. Program kerja organisasi yang seharusnya sudah terselesaikan harus tertunda bahkan gagal terlaksana. Himpunan Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Nurul Jadid (HIMAPRODI KPI) adalah salah satu dari sekian banyak organisasi yang sudah berbulan-bulan tidak menemukan kejelasan dalam arah gera

Pembukaan Osabar 2021, KH Zuhri Zaini Jelaskan Pesantren dan Santri Zaman Nabi

  Kegiatan rutin tahunan Orientasi Santri Baru (OSABAR) Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid kembali digelar. Osabar yang akan dilaksanakan selama 5 hari, 11 – 15 Juli 2021, digelar di Aula 2 bagi santri putra dan Aula 1 bagi santri putri. Pengasuh PP Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, menyampaikan selamat datang kepada para santri baru baik yang sudah maupun belum pernah mondok. “Mudah-mudahan anda-anda sekalian selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT sehingga bisa kerasan di pondok ini dan bisa melaksanakan kegiatan dengan baik, serta diberi kesehatan dan hidayah dari Allah,” harapnya. Selain itu, Kiai Zuhri menuturkan bahwa pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang berbasis keislaman. “Khusus di Indonesia tentu berbasis masyarakat dan kebangsaan,” jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Zuhri juga menjelaskan bahwa cikal bakal pondok pesantren sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Nabi tidak hanya diutus sebagai rasul namun juga menjadi muallim (red, pengajar).