Langsung ke konten utama

Universitas Nurul Jadid Paiton Gelar Seminar Kepemudaaan

Minggu (16/12) Universitas Nurul Jadid adakan Seminar Kepemudaan dengan Tema "Revitalisasi Peran Pemuda Dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa" yang langsung dihadiri oleh Narasumber Dr. H. Amar Ahmad, M.Si selaku Sekretaris Deputi Pengembangan Pemuda, Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Dalam acara ini dihadiri oleh Segenap Civitas Akademika Universitas Nurul Jadid, mulai dari Rektor, dekan, dosen, dan mahasiswa. Rektor Universitas Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag memberikan sambutannya dengan harapan bisa mendengarkan, menimbah ilmu, menyerap seni pengetahuan dari diadakannya seminar yang akan berlangsung pada pagi menjelang siang ini

K Hamid mengatakan bahwa saat ini kita sedang mengahadapi zaman yang perlu untuk dihadapi dengan serius. "Saat ini kita sedang menghadapi perkembangan dan tantangan baru. Pemuda harus bisa memanfaatkan adanya ruang terbuka untuk saling bertemu, berkolaborasi, dan berkompetisi. lebih-lebih ketika datangnya momentum perdagangan bebas 2020." jelasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa pada kesempatan seminar hari ini harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya karena sudah hadir orang-orang yang siap untuk mengawal para pemuda kedepannya.

"Hari ini telah hadir para akademisi dan praktisi dengan harapan kita bisa menerima gagasan, pemikiran, dan sentuhan darinya untuk kebaikan." tegasnya.

Dr. H. Amar Ahmad, M.Si sebagai narasumber mengatakan bahwa di era yang serba informasi ini,  pemuda harus lebih hati-hati dalam mengakases informasi dan jangan sampai salah dalam mengsharenya informasi tersebut. "Pemuda harus bisa menyaring informasi bukan malah langsung share, apalagi seorang santri yang harus serba tabayyun" ungkapnya.

Lebih lanjut beliau menyampaikan agar seorang pemuda harus bisa memimpin dengan baik yang tidak menyakiti orang yang dihadapinya. "Pemuda harus jadi pemimpin yang tegas tapi santun. untuk mendapatkan hal itu, pemuda harus paham metodologinya dan orang yang dipimpinnya"

Akhir dari materinya beliau memberikan sebuah kata yang cukup memotivasi terhadap semua yang hadir terlebih para pemuda.

"Sebagai seorang pemuda harus bisa menghormati kaum tua untuk meneruskan perjuangannya. maka dari itu ia juga akan dihormati oleh yang di langit." pungkasnya. (AR)

Postingan populer dari blog ini

Strategi komunikasi dalam membangun jaringan (berpikir strategis dan bertindak taktis)

  Perjalanan panjang dalam dunia kampus, banyak orang yang mengikrarkan dirinya sebagai mahasiswa, tentu tidak akan lepas dengan berbagai persoalan, baik internal maupun eksternal. Faktor internal bisa dikategorikan dengan kurang keberanian pada diri sendiri, keluarga yang kurang mendukung, dan lingkungan yang kurang bersahabat. Sedangkan eksternal bisa terjadi pada semua   persoalan yang ada dalam dunia akademik, seperti kurang respect terhadap orang baru, sulit mencerna dunia luar, dan lain sebagainya. Persoalan yang sedemikian banyak, sudah tidak bisa dihitung dengan jari, ternyata cukup mampu ditepis dengan keaktifan di organisasi. Kehadiran organisasi sebagai salah satu pilihan bagi mahasiswa untuk mengembangkan dirinya, sudah tidak perlu diragukan. Mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, mucul banyak organisasi dengan latar belakang kemunculan dan tujuannya, diperkenalkan kepada kita sebagai elemen dari instansi pendidikan tersebut. Di era sekarang, yang penu

Catatan untuk seorang perempuan yang berani berdiri diatas kakinya sendiri

Kartini, sosok perempuan hebat masa lalu Nama dan perjuangannya adalah sesuatu yang baru Perempuan cerdas dalam pusaran orang-orang yang tidak tahu Bergema, menentang budaya dan aturan yang kaku   Jiwanya memberontak terhadap sejarah yang mulai membeku Berdiri dan berlari, melawan arus untuk lebih maju Semuanya merupakan warisan besar untuk perempuan abad 21 Untuk itu, sebuah refleksi, apakah kita mampu untuk meniru   Perempuan abad 21, harus banyak memberi kontribusi Di kala semua orang terpaku pada ajaran yang sudah basi Perempuan layaknya kartini yang selalu menginspirasi Cahaya terang untuk semua kalangan lintas generasi Ia yang tidak mudah untuk didominasi oleh para laki-laki   Karya, adalah modal utama perempuan masa kini Cerdas dan visioner adalah sebuah visi Akhlakul karimah sebagai penunjang untuk lebih mumpuni Menuju perempuan berdaya dan mandiri yang punya harga diri Layaknya seorang ibu bernama kartini   Wahai para kartini baru, j

Pembukaan Osabar 2021, KH Zuhri Zaini Jelaskan Pesantren dan Santri Zaman Nabi

  Kegiatan rutin tahunan Orientasi Santri Baru (OSABAR) Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid kembali digelar. Osabar yang akan dilaksanakan selama 5 hari, 11 – 15 Juli 2021, digelar di Aula 2 bagi santri putra dan Aula 1 bagi santri putri. Pengasuh PP Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, menyampaikan selamat datang kepada para santri baru baik yang sudah maupun belum pernah mondok. “Mudah-mudahan anda-anda sekalian selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT sehingga bisa kerasan di pondok ini dan bisa melaksanakan kegiatan dengan baik, serta diberi kesehatan dan hidayah dari Allah,” harapnya. Selain itu, Kiai Zuhri menuturkan bahwa pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang berbasis keislaman. “Khusus di Indonesia tentu berbasis masyarakat dan kebangsaan,” jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Zuhri juga menjelaskan bahwa cikal bakal pondok pesantren sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Nabi tidak hanya diutus sebagai rasul namun juga menjadi muallim (red, pengajar).