Langsung ke konten utama

Ragu yang Semakin Menyergap


Ragu semakin menyergapku! Aku tidak yakin pada semua ini! Ahhh itu mah kata-kata orang yang tidak percaya pada dirinya sendiri. Ragu hanya ada pada orang yang tidak percaya pada dirinya sendiri dan tidak akan pernah ada pada orang yang selalu percaya diri. Dalam hidup kita tidak boleh hanya pasrah, pasrah dan pasrah serta menyerah pada takdir. ketika dalam diri kita yang ada hanya keraguan yang semakin menyergap maka distulah kita harus melangkah dan bangkit.


Hidup di dunia ini, kita pasti mempunyai yang namanya tujuan hidup. Pasti ada sesuatu yang ingin kita raih dalam hidup kita. Tapi apakah semua itu bisa kita raih dengan hal yang mudah atau harus penuh dengan perjuangan. Memang ada orang yang bisa mencapai sesuatu yang diinginkan dengan cara  yang sangat mudah tapi juga ada orang yang sudah sekian lama berjuang tapi belum juga mendapatkan apa yang dia inginkan. Kita sebagai manusia ciptaan Allah yang sempurna tidak boleh mudah putus asa ketiga mengalami kegagalan karena kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Bolehlah kita orang yang biasa-biasa saja, kita orang kelas menengah ke bawah, tidak mempunyai begitu lengkap akan fasilitas tapi yakinlah dalam hati dan tidak boleh ada rasa ragu bahwa kita juga bisa. Teruslah maju kedepan untuk menggapai apa yang kita inginkan.

Firman Allah dalam Al-Quran surah Asy-Syarh ayat 5-6 yang artinya : “Maka sesungguhnya dalam kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya dalam kesulitan ada kumudahan”. Dari ayat tersebut sudah jelas bahwa meskipun kita sedang dilanda kesulitan dalam memperjuangkan sesuatu tapi selagi kita yakin maka, pasti disitulah kemudahan akan datang juga. Cukuplah pada ayat itu kita berpegang teguh dalam menggapai sesuatu yang ingin kita capai. Percayalah  bahwa Allah akan memberi jalan keluar disetiap kesulitan atau kesusahan yang kita temui. Memperjuangkan sesuatu memang tidak semudah membolak-balikkan telapak tangan, hal itu harus didasari dengan adanya kesabaran tetapi jika Allah berkehendak atas yang kita perjuangkan maka akan sangat mudah sekali hal itu bisa terwujud.

Masih ingatkah dengan sosok penemu lampu listrik yang bernama Thomas Edision. Dia menemukan lampu listrik bukan dengan hal yang sangat mudah dan dia bukan hanya 1, 2 atau 3 kali mengalami kegagalan dalam usahanya itu. Dia mengalami kegagalan sampai 999 kali dan baru berhasil dalam usahanya yang ke 1000 kali. Kenapa seorang Thomas edision itu masih tetap berusaha meskipun sudah banyak mengalami kegagalan? Jawabannya hanya karena Thomas Edision mempunyai tekad dan keyakinan pada dirinya bahwa dia akan menemui titik keberhasilan yang akan dia raih dan tidak pernah ada rasa ragu dalam dirinya bahwa dia tidak akan berhasil.

Dalam perjuangan Thomas edision yang sangat luar biasa itu, bisa dijadikan sebagai acuan bahwa dimana ada kemauan disitulah ada jalan. Tidak perlu ragu untuk melakukan sesuatu, selagi kita mempunyai niat yang baik insya allah akan selalu ada jalan untuk usaha kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan untuk seorang perempuan yang berani berdiri diatas kakinya sendiri

Kartini, sosok perempuan hebat masa lalu Nama dan perjuangannya adalah sesuatu yang baru Perempuan cerdas dalam pusaran orang-orang yang tidak tahu Bergema, menentang budaya dan aturan yang kaku   Jiwanya memberontak terhadap sejarah yang mulai membeku Berdiri dan berlari, melawan arus untuk lebih maju Semuanya merupakan warisan besar untuk perempuan abad 21 Untuk itu, sebuah refleksi, apakah kita mampu untuk meniru   Perempuan abad 21, harus banyak memberi kontribusi Di kala semua orang terpaku pada ajaran yang sudah basi Perempuan layaknya kartini yang selalu menginspirasi Cahaya terang untuk semua kalangan lintas generasi Ia yang tidak mudah untuk didominasi oleh para laki-laki   Karya, adalah modal utama perempuan masa kini Cerdas dan visioner adalah sebuah visi Akhlakul karimah sebagai penunjang untuk lebih mumpuni Menuju perempuan berdaya dan mandiri yang punya harga diri Layaknya seorang ibu bernama kartini   Wahai para kartini baru, j

Pembukaan Osabar 2021, KH Zuhri Zaini Jelaskan Pesantren dan Santri Zaman Nabi

  Kegiatan rutin tahunan Orientasi Santri Baru (OSABAR) Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid kembali digelar. Osabar yang akan dilaksanakan selama 5 hari, 11 – 15 Juli 2021, digelar di Aula 2 bagi santri putra dan Aula 1 bagi santri putri. Pengasuh PP Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, menyampaikan selamat datang kepada para santri baru baik yang sudah maupun belum pernah mondok. “Mudah-mudahan anda-anda sekalian selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT sehingga bisa kerasan di pondok ini dan bisa melaksanakan kegiatan dengan baik, serta diberi kesehatan dan hidayah dari Allah,” harapnya. Selain itu, Kiai Zuhri menuturkan bahwa pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang berbasis keislaman. “Khusus di Indonesia tentu berbasis masyarakat dan kebangsaan,” jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Zuhri juga menjelaskan bahwa cikal bakal pondok pesantren sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Nabi tidak hanya diutus sebagai rasul namun juga menjadi muallim (red, pengajar).

Mengenal 3 Posisi Penulis dalam Menulis

Apa kabar guys? Semoga kabarnya menyenangkan yahhh! Bagaimana nih apakah masih bersemangat untuk tetap menulis? Kalau masih, mari kita belajar bersama dan terus meningkatkan kreativitas menulisnya. Postingan sebelumnya, saya sudah kasih beberapa tips yang perlu diperhatikan oleh para penulis pemula. Nah , sekarang saya sudah siapkan bagaimana seorang penulis itu memposisikan dirinya dalam karya tulisnya sendiri. Seperti yang sudah saya katakan pada postingan sebelumnya, bahwa seorang penulis pemula sering mengeluhkan tidak tahu cara memulai dan merangkai kata atau macet dalam menuangkan idenya ke dalam tulisannya. Hal ini memang sering terjadi dan salah memposisikan dirinya dikala menulis. Saya sudah sediakan bagaimana sih cara seorang penulis itu memposisikan dirinya. Dibawah ini sudah ada 3 point penting mengenai posisi penulis. Yuk baca lebih lanjut untuk mengetahuinya. Pertama, Penulis memposisikan dirinya sebagai penulis. Yah tentulah kalau tidak sebagai penulis lalu s