Langsung ke konten utama

Kreasi Baru Anak BSC



Sejumlah anak BSC (Bringsang Selatan Community) saat ini banyak bergelut dibidang pembuatan nama menggunakan karton dan gabus. Hal ini menjadi sebuah rutinitas dalam kesehariannya. Mereka menganggap hal ini merupakan sebuah pekerjaan yang sangat menyenangkan yang bisa membuat dirinya lebih baik untuk berkreasi. Seperti yang  disampaikan oleh Agus Salim selaku ketua dalam project ini “Saya senang berkreasi sudah sejak SD kelas IV yaitu sekitar tahun 2010 an. Saya senang terhadap ini semua karena bakat dari Alm kakek saya, beliau adalah orang yang menjadi panutan saya dalam belajar berkreasi. Beliau suka berkreasi dengan memanfaat bahan dari bambu dimana pada saat itu sangat banyak diminati oleh para tetangga saya. Mereka para tetangga sering kali menyuruh kakek saya untuk dibuat sesuatu sesuai yang mereka minta. Sehingga hal itu mendorong saya untuk berkreasi bahkan kalau bisa lebih dari hal itu. Makanya sekarang saya mencoba untuk membuat nama dari kertas karton dan gabus”.

Pembuatan nama itu sudah sejak lama mereka kerjakan. Mereka juga sering membuatnya ketika ada kegiatan disekolahnya. Kerana setiap  ada kegiatan disekolahnya merekalah yang selalu disuruh untuk membuatnya seperti banner. Bukan hanya itu mereka juga bisa menerima barang kali ada pesanan dari acara hajatan seperti walimatul ursy, khitanan, walimatus safar dan lain sebagainya. “Kami melakukan pekerjaan ini karena pada awalnya kami senang. Selain itu kami juga bisa menolong orang yang membutuhkan terhadap pembuatan nama sperti ada acara hajatan  dirumahnya” tutur nurul efendi salah satu anggotanya.

Dalam pekerjaannya pun mereka selalu bersemangat meskipun lelah karena disiang hari mereka harus sekolah dan kerja yang lainnya. Biasanya mereka mengerjakan hal ini pada malam hari ketika pulang ngaji yaitu sekitar pukul 20:00 sampai jam 02:00 malam bahkan mereka pernah mengerjakannya sampai pagi hari karena dikejar oleh deadline.

Nurul juga menambahkan “Berkreasi adalah satu cara kami untuk mendobrak zona nyaman kami. Dengan berkreasi kita bisa melatih diri kita  untuk berfikir kritis. Dengan berkreasi kita mempunyai kebanggaan tersendiri atas hasil cipta kami sendiri bukan terus menerus kita bangga pada karya orang lain. Dengan berkreasi hidup kita akan semakin berwarna dengan adanya sejuta inspirasi”.

Maka dari itu, penulis menyimpulkan bahwa kreasi adalah salah satu seseorang untuk mengembangkan bakatnya dibidangnya itu. Dengan berkreasi seseorang akan menjadi hidup lebih hemat dan sederhana. Mereka bisa menggunakan seribu cara untuk mengubah barang bekas yang tidak ernilai dan tidak berguna menjadi sesuatu yang mempunyai nilai seni dan nilai jual yang tinggi.

”A Y O   B E R K R E A S I   B U K A N   H A N Y A   S E N S A S I”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Strategi komunikasi dalam membangun jaringan (berpikir strategis dan bertindak taktis)

  Perjalanan panjang dalam dunia kampus, banyak orang yang mengikrarkan dirinya sebagai mahasiswa, tentu tidak akan lepas dengan berbagai persoalan, baik internal maupun eksternal. Faktor internal bisa dikategorikan dengan kurang keberanian pada diri sendiri, keluarga yang kurang mendukung, dan lingkungan yang kurang bersahabat. Sedangkan eksternal bisa terjadi pada semua   persoalan yang ada dalam dunia akademik, seperti kurang respect terhadap orang baru, sulit mencerna dunia luar, dan lain sebagainya. Persoalan yang sedemikian banyak, sudah tidak bisa dihitung dengan jari, ternyata cukup mampu ditepis dengan keaktifan di organisasi. Kehadiran organisasi sebagai salah satu pilihan bagi mahasiswa untuk mengembangkan dirinya, sudah tidak perlu diragukan. Mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, mucul banyak organisasi dengan latar belakang kemunculan dan tujuannya, diperkenalkan kepada kita sebagai elemen dari instansi pendidikan tersebut. Di era sekarang, yang penu

Catatan untuk seorang perempuan yang berani berdiri diatas kakinya sendiri

Kartini, sosok perempuan hebat masa lalu Nama dan perjuangannya adalah sesuatu yang baru Perempuan cerdas dalam pusaran orang-orang yang tidak tahu Bergema, menentang budaya dan aturan yang kaku   Jiwanya memberontak terhadap sejarah yang mulai membeku Berdiri dan berlari, melawan arus untuk lebih maju Semuanya merupakan warisan besar untuk perempuan abad 21 Untuk itu, sebuah refleksi, apakah kita mampu untuk meniru   Perempuan abad 21, harus banyak memberi kontribusi Di kala semua orang terpaku pada ajaran yang sudah basi Perempuan layaknya kartini yang selalu menginspirasi Cahaya terang untuk semua kalangan lintas generasi Ia yang tidak mudah untuk didominasi oleh para laki-laki   Karya, adalah modal utama perempuan masa kini Cerdas dan visioner adalah sebuah visi Akhlakul karimah sebagai penunjang untuk lebih mumpuni Menuju perempuan berdaya dan mandiri yang punya harga diri Layaknya seorang ibu bernama kartini   Wahai para kartini baru, j

Pembukaan Osabar 2021, KH Zuhri Zaini Jelaskan Pesantren dan Santri Zaman Nabi

  Kegiatan rutin tahunan Orientasi Santri Baru (OSABAR) Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid kembali digelar. Osabar yang akan dilaksanakan selama 5 hari, 11 – 15 Juli 2021, digelar di Aula 2 bagi santri putra dan Aula 1 bagi santri putri. Pengasuh PP Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, menyampaikan selamat datang kepada para santri baru baik yang sudah maupun belum pernah mondok. “Mudah-mudahan anda-anda sekalian selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT sehingga bisa kerasan di pondok ini dan bisa melaksanakan kegiatan dengan baik, serta diberi kesehatan dan hidayah dari Allah,” harapnya. Selain itu, Kiai Zuhri menuturkan bahwa pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang berbasis keislaman. “Khusus di Indonesia tentu berbasis masyarakat dan kebangsaan,” jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Zuhri juga menjelaskan bahwa cikal bakal pondok pesantren sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Nabi tidak hanya diutus sebagai rasul namun juga menjadi muallim (red, pengajar).